Tentang

Takeda Shingen, "The GREATEST SAMURAI"

Konflik bersenjata sering terjadi dalam era penuh gejolak di Jepang abad pertengahan. Daimyo (bangsawan feodal Jepang) dengan kemampuan kepemimpinan yang kuat bermunculan di berbagai wilayah di negara ini dan terlibat dalam pertempuran yang sengit untuk memperebutkan wilayah.

Takeda Shingen merupakan salah satu komandan militer terkemuka yang dapat memenangkan perang perebutan wilayah dan menyatukan seluruh Jepang.

Shingen lahir tahun 1521 sebagai pewaris klan Takeda, yang menguasai Provinsi Kai di daerah yang kini dikenal sebagai Prefektur Yamanashi. Setelah menjadi kepala keluarga, ia mengumpulkan kekuatan dan sumber daya yang ia warisi dari ayahnya, seorang ahli perang, untuk menyatukan provinsi sekitar di bawah kekuasaannya. Di lebih dari 70 pertempuran yang ia lakukan sepanjang hidupnya, Shingen kalah hanya dua kali. Keberanian pasukan Takeda menjadi terkenal di seluruh Jepang. Mereka diakui sebagai yang terkuat di negeri tersebut, bahkan di antara komandan tangguh pada periode Perang Negara atau Sengoku (c. 1467 – c. 1603), yakni sebutan untuk zaman ini dalam sejarah Jepang.

Shingen juga merupakan manajer andal yang memiliki banyak pegawai. Ia dengan aktif mendukung pegawai yang berbakat tanpa memandang keturunan, dan memberikan pujian dengan adil bagi prajurit yang meraih prestasi di bidang militer. Fakta bahwa pasukan Takeda memiliki banyak komandan andal yang tercatat dalam sejarah Jepang, termasuk Sanada Yukitsuna, Yamamoto Kansuke, Kosaka Toratsuna, Baba Nobuharu, dan Naito Masatoyo, merupakan bukti atas keterbukaan pikiran Shingen, kedaulatan mereka, serta penerapan sistem berbasis kecakapan, yang tidak lazim pada zaman itu.

Bahkan sekarang, setelah sekitar 500 tahun, nama Takeda Shingen masih diingat oleh banyak masyarakat Jepang. Bagi banyak orang, namanya melekat dengan citra samurai tangguh dan berhati besar.

Kofu: Kota yang Menghidupkan Semangat Takeda Shingen

Kota Kofu akan merayakan hari jadinya yang ke-500 pada tahun 2019, setahun sebelum Olimpiade Tokyo. Ibu kota Provinsi Kai yang dibangun oleh klan Takeda menghasilkan pria seperti Takeda Shingen, yang memimpin kavaleri terkuat pada periode Perang Negara atau Sengoku di Jepang (c. 1467 – c. 1603). Kota ini berkembang di bawah pemerintahan shogun Tokugawa (1603 – 1867). Saat itu kota ini disebut Edo Kecil. Edo sendiri merupakan nama lama Tokyo. Sekarang kota ini telah menjadi kota besar dengan populasi sekitar 200.000 jiwa serta terkenal akan budaya dan sejarah.

Penduduk Kofu dengan penuh hormat menyebut Takeda Shingen sebagai Lord Shingen. Banyak lokasi yang terkait dengan klan Takeda, termasuk Lord Shingen, yang masih ada di kota dan dijaga dengan baik. Kuil Takeda adalah salah satu contohnya. Kuil ini dibangun di lokasi tempat tinggal Lord Shingen, yang disebut Tsutsujigasaki Yakata (Istana Tsutsujigasaki). Dari istana ini ia mengeluarkan perintah dan memimpin wilayah kekuasaannya. Kuil Kaizenkoji, yang dibangun oleh Lord Shingen, merupakan museum warisan sejarah berharga. Pengunjung dapat menyentuh genderang perang yang digunakan dalam pertempuran Kawanakajima, merasakan beban sejarah dengan tangan mereka.

Pemandangan alam yang ditampilkan oleh topografi unik daerah ini merupakan aspek mempesona lain dari Kofu. Jurang Shosenkyo (Mitake Shosenkyo), yang berlokasi sekitar 30 menit di utara kota, merupakan lokasi memukau yang terkenal sebagai jurang terindah di Jepang. Keunikan bebatuan yang terbentuk selama ribuan tahun; permukaan batu telanjang yang kasar; rimbunan pohon azalea dan maple yang mewarnai sekitarnya; semua ini menjadi bagian keindahan alam luar biasa yang membentang hampir empat kilometer.

Di kota Kofu yang dibangun di lembah, pemandangan pegunungan terhampar ke mana pun mata memandang, khususnya pemandangan Gunung Fuji yang megah. Pada hari yang cerah, permukaan gunung ini dapat terlihat jelas. Kota ini memiliki banyak lokasi yang indah, termasuk jalan pegunungan dan area terbuka di ketinggian dengan pemandangan Gunung Fuji. Anda harus mengunjungi lokasi tersebut bila berkendara berkeliling Kofu.

Kota ini menawarkan produk lokal berkualitas, termasuk minuman anggur yang dibuat dari anggur hasil perkebunan lokal. Kofu juga merupakan kota penghasil perhiasan terbesar di Jepang. Ada juga onsen (pemandian air panas) yang akan menghangatkan tubuh Anda serta berbagai kuliner lokal, termasuk houtou (mi udon pipih dan sayuran yang direbus dalam sup miso) dan kofutori motsuni (jeroan ayam yang dimasak dengan saus asin manis). Kami menanti kedatangan Anda di Kofu, kota yang menawarkan beragam pesona di empat musim.

KOFU × CAPCOM

Berbagai aktivitas akan berlangsung di Kofu untuk menyambut hari jadi ke-500 kota ini pada tahun 2019. Salah satunya adalah proyek “KOFU × SENGOKU BASARA”, yang merupakan kerja sama antara pemerintah kota dan perusahaan permainan video Capcom.

Beragam acara akan diadakan dan berbagai barang dibuat terkait dengan seri permainan video Capcom yang populer, Sengoku Basara. Panel yang menjelaskan sejarah kota selama 500 tahun serta pajangan baju perang samurai telah dipasang di lantai satu Balai Kota Kofu. Ada juga tempat untuk berfoto bersama karakter Sengoku Basara menggunakan teknologi AR (realitas tertambah (augmented reality)). (Pameran di Balai Kota tersedia hingga pertengahan Maret 2016.)

Salah satu aktivitas yang sudah dilaksanakan sejauh ini adalah pengumpulan cap (stamp rally). Dalam acara ini, peserta akan menerima barang yang dibuat khusus untuk proyek “KOFU × SENGOKU BASARA” setelah mengumpulkan cap. Ada juga “Permainan Berburu Harta Karun KOFU × SENGOKU BASARA” yang mengharuskan peserta mencari harta karun klan Takeda. Berbagai acara terkait akan diadakan setelahnya.

Pengunjung didorong untuk berpartisipasi dalam aktivitas dan acara tersebut agar dapat menikmati semua yang ditawarkan Kofu dan sejarah sepanjang 500 tahun.